DRCAB adalah urutan pertolongan pada korban yang diduga henti jantung: Danger (periksa bahaya), Response (periksa respons), Circulation (kompresi dada), Airway (buka jalan napas), dan Breathing (napas bantuan). Urutan ini mengikuti pendekatan C-A-B dari American Heart Association (AHA), yang mendahulukan kompresi dada agar darah segera mengalir ke otak dan jantung. Teknik P3K ini dilatih dengan manekin dalam pelatihan first aid.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Dari mana urutan DRCAB berasal?
Dahulu resusitasi diajarkan dengan urutan A-B-C: buka jalan napas, beri napas, baru kompresi. AHA mengubahnya menjadi C-A-B pada pedoman tahun 2010 dan mempertahankannya dalam pembaruan 2015 serta sesudahnya. Di lapangan, banyak modul pelatihan menyebutnya DRCAB AHA 2015 karena pembaruan itulah yang lama dipakai sebagai acuan materi.
Alasannya sederhana. Pada henti jantung mendadak, darah korban masih mengandung oksigen selama beberapa menit pertama. Yang hilang adalah alirannya. Kompresi dada mengembalikan aliran itu, sedangkan menyiapkan napas bantuan lebih dulu membuat kompresi tertunda.
D dan R: memastikan aman dan memeriksa respons
Danger. Sebelum mendekat, lihat sekeliling: listrik, mesin, lalu lintas, api, gas, benda yang dapat jatuh. Bila tidak aman, jangan masuk. Penolong yang ikut menjadi korban tidak menolong siapa pun.
Response. Tepuk bahu korban dengan mantap dan panggil dengan suara keras. Bila tidak ada respons:
- Teriak minta tolong.
- Tunjuk satu orang untuk menelepon 119 atau layanan darurat setempat.
- Minta orang lain mengambil AED dan kotak P3K.
- Lihat dada korban untuk menilai napas, tidak lebih dari sekitar 10 detik.
Napas yang tersengal sesekali bukan napas normal. Bila korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, anggap henti jantung.
C: Circulation, mulai kompresi dada
Pada penolong awam, langkah Circulation berarti langsung memulai kompresi dada, bukan mencari nadi.
- Baringkan korban telentang di permukaan yang keras dan rata.
- Berlutut di samping dada korban.
- Letakkan tumit satu tangan di tengah dada, tangan lain di atasnya, jari saling mengait.
- Luruskan siku, posisikan bahu tepat di atas tangan.
- Tekan sedalam sekitar 5 sampai 6 cm pada korban dewasa.
- Lepaskan tekanan sepenuhnya setelah setiap kompresi tanpa mengangkat tangan dari dada.
- Pertahankan kecepatan 100 sampai 120 kali per menit.
- Lakukan 30 kompresi.
A dan B: membuka jalan napas dan memberi napas bantuan
Setelah 30 kompresi, penolong yang terlatih melanjutkan dengan:
Airway. Buka jalan napas dengan menengadahkan kepala dan mengangkat dagu (head tilt, chin lift). Bila ada dugaan cedera tulang belakang, penolong terlatih dapat memakai teknik jaw thrust.
Breathing. Beri 2 napas bantuan, masing-masing sekitar 1 detik, cukup sampai dada terlihat naik. Gunakan pelindung seperti face shield atau pocket mask bila tersedia.
Kemudian kembali ke 30 kompresi. Siklus 30:2 diteruskan sampai AED siap dipakai, tenaga medis mengambil alih, atau korban menunjukkan tanda kehidupan.
Bila tidak terlatih atau tidak bersedia memberi napas bantuan, lakukan kompresi dada terus-menerus. Itu jauh lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa.
Ringkasan urutan DRCAB
| Huruf | Arti | Tindakan penolong |
|---|---|---|
| D | Danger | Pastikan lokasi aman bagi penolong dan korban |
| R | Response | Tepuk bahu, panggil; bila tidak merespons, minta bantuan dan AED |
| C | Circulation | 30 kompresi dada, 100–120 kali per menit, sedalam 5–6 cm |
| A | Airway | Tengadahkan kepala, angkat dagu |
| B | Breathing | 2 napas bantuan, lalu kembali ke kompresi |
Kapan urutannya perlu disesuaikan?
- Korban tenggelam. Masalah utamanya kekurangan oksigen, sehingga napas bantuan mendapat penekanan lebih. Lihat panduan menolong korban tenggelam.
- Bayi dan anak. Henti jantung pada anak sering berawal dari gangguan napas. Tekniknya dipelajari tersendiri.
- Korban bernapas normal tetapi tidak sadar. Tidak dikompresi; baringkan dalam posisi pemulihan dan pantau napasnya.
Ikuti urutan yang diajarkan dalam pelatihan Anda. Perbandingan dengan urutan lama dibahas di artikel beda DRCAB dengan DRABC, dan teknik kompresi lengkapnya ada di cara melakukan RJP/CPR untuk awam. Praktik dengan manekin tersedia dalam pelatihan Basic Life Support (BLS).
Referensi
- Pedoman resusitasi jantung paru dan bantuan hidup dasar dari American Heart Association (AHA), pembaruan 2010, 2015, dan sesudahnya
- Konsensus ILCOR tentang resusitasi dan pertolongan pertama
- Pedoman bantuan hidup dasar dari European Resuscitation Council (ERC)
- Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja


