First aid untuk sesak napas, pusing, dan diare memiliki pola yang sama: tenangkan dan posisikan korban dengan aman, kenali tanda bahaya, dan panggil bantuan medis bila tanda itu muncul. Ketiga keluhan ini, yang sering dicari dengan istilah difficulty breathing, dizziness, dan diarrhea, dapat ringan tetapi juga bisa menjadi tanda awal keadaan serius. Penolong pertama tidak mendiagnosis dan tidak memberi obat.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Prinsip umum menolong keluhan medis mendadak
- Pastikan lokasi aman bagi Anda dan korban.
- Periksa respons dan napas sesuai langkah DRSABC.
- Tanyakan keluhan, kapan mulainya, penyakit yang dimiliki, obat yang biasa dipakai, dan alergi.
- Bantu korban ke posisi yang nyaman dan aman.
- Putuskan: cukup dipantau, dirujuk ke klinik, atau perlu layanan darurat.
- Catat dan laporkan sesuai prosedur perusahaan.
First aid difficulty breathing: menolong orang sesak napas
Sesak napas dapat disebabkan asma, reaksi alergi, tersedak, gangguan jantung, infeksi paru, serangan panik, atau terhirupnya asap dan gas.
Langkah pertolongan
- Jauhkan dari penyebab bila ada, misalnya asap, debu, atau uap bahan kimia, tanpa membahayakan diri Anda.
- Dudukkan korban dengan posisi yang ia rasa paling mudah bernapas, biasanya tegak atau sedikit condong ke depan. Jangan dipaksa berbaring.
- Longgarkan pakaian di leher, dada, dan pinggang.
- Tenangkan. Bicaralah pelan dan minta ia bernapas perlahan. Kepanikan memperberat sesak.
- Bantu memakai obat miliknya sendiri. Bila korban memiliki inhaler yang diresepkan dokter, bantu ia menggunakannya sesuai petunjuk dokternya.
- Pastikan udara segar dan jauhkan kerumunan.
- Jangan beri makan atau minum kepada korban yang sesak berat.
- Pantau terus. Bila korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, mulai RJP.
Panggil bantuan medis segera bila
- korban sulit berbicara satu kalimat penuh;
- bibir atau ujung jari tampak kebiruan atau keabu-abuan;
- napas berbunyi keras, sangat cepat, atau justru melemah;
- sesak disertai nyeri dada, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan dan rahang;
- sesak muncul setelah sengatan serangga, makanan, atau obat, disertai bengkak wajah atau bentol luas;
- sesak tidak membaik setelah korban memakai inhalernya;
- korban mengantuk, bingung, atau kesadarannya menurun;
- sesak terjadi setelah menghirup gas atau asap.
Bila korban tersedak, tindakannya berbeda. Lihat pertolongan pertama tersedak. Untuk sesak setelah sengatan serangga, lihat first aid disengat lebah dan tawon.
First aid dizziness: menolong orang pusing
Pusing dapat berarti kepala terasa ringan seperti akan pingsan, atau rasa berputar. Penyebab yang sering: kurang minum, belum makan, kepanasan, kurang tidur, berdiri terlalu cepat, dan gangguan telinga dalam. Penyebab yang serius: stroke, gangguan irama jantung, gula darah rendah, cedera kepala, dan keracunan gas.
Langkah pertolongan
- Minta korban segera duduk atau berbaring agar tidak jatuh. Bila terasa akan pingsan, baringkan dan tinggikan tungkainya.
- Jauhkan dari bahaya, misalnya tepi ketinggian, mesin, dan kendaraan.
- Longgarkan pakaian dan pastikan udara segar.
- Bila ia sadar penuh dan mampu menelan, tawarkan air minum. Bila ia memiliki diabetes dan merasa gula darahnya turun, ia dapat mengonsumsi minuman atau makanan manis.
- Minta ia bangun perlahan setelah merasa pulih, dan dampingi saat berdiri.
- Jangan izinkan langsung mengemudi, bekerja di ketinggian, atau mengoperasikan mesin.
Periksa tanda stroke
Lakukan pemeriksaan singkat:
- Wajah: minta ia tersenyum. Apakah satu sisi turun?
- Lengan: minta ia mengangkat kedua lengan. Apakah satu lengan turun?
- Bicara: minta ia mengulang kalimat sederhana. Apakah pelo atau kacau?
- Waktu: bila ada salah satu tanda, segera hubungi layanan darurat dan catat jam mulainya keluhan.
Panggil bantuan medis segera bila
- ada salah satu tanda stroke di atas;
- pusing disertai nyeri dada, sesak, atau jantung berdebar;
- sakit kepala hebat yang muncul mendadak;
- pusing setelah benturan kepala;
- korban pingsan, kejang, atau bingung;
- muntah berulang atau tidak mampu berdiri;
- beberapa orang di ruang yang sama pusing bersamaan, yang dapat menandakan gas berbahaya. Evakuasi area lebih dulu.
Penanganan pingsan dan gangguan akibat panas dibahas di artikel pertolongan pertama pingsan dan heat stroke.
First aid diarrhea: menolong orang diare
Bahaya utama diare adalah kehilangan cairan. Pertolongan pertamanya berpusat pada penggantian cairan dan pencegahan penularan.
Langkah pertolongan
- Beri minum sedikit demi sedikit tetapi sering. Larutan rehidrasi oral seperti oralit adalah pilihan yang dianjurkan. Bila belum tersedia, air minum tetap lebih baik daripada tidak minum.
- Istirahatkan di tempat yang sejuk dan dekat dengan toilet.
- Makan tetap boleh sesuai kemampuan, dengan porsi kecil.
- Hindari minuman beralkohol dan minuman yang sangat manis.
- Jaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun setelah dari toilet dan sebelum makan.
- Sarankan pulang atau ke klinik bila keluhan tidak ringan. Obat diare sebaiknya atas saran tenaga kesehatan.
Tanda dehidrasi dan tanda bahaya
Cari bantuan medis bila:
- sangat haus, mulut kering, mata cekung, atau jarang buang air kecil dengan urine pekat;
- lemas berat, pusing saat berdiri, mengantuk, atau bingung;
- ada darah atau lendir pada tinja, atau tinja berwarna hitam;
- demam tinggi atau nyeri perut hebat;
- muntah terus sehingga tidak dapat minum;
- diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa;
- korban anak kecil, lanjut usia, hamil, atau memiliki penyakit kronis.
Pertimbangan di tempat kerja
- Pekerja yang menangani makanan sebaiknya tidak bertugas sampai dinyatakan pulih sesuai kebijakan perusahaan.
- Pekerja di area panas lebih cepat mengalami dehidrasi; jangan kembalikan ia ke area tersebut pada hari yang sama.
- Bila beberapa orang diare setelah makan dari sumber yang sama, laporkan kepada pengurus dan layanan kesehatan agar sumbernya ditelusuri.
Ringkasan tindakan
| Keluhan | Posisi | Tindakan utama | Tanda paling mendesak |
|---|---|---|---|
| Sesak napas | Duduk tegak atau condong ke depan | Tenangkan, longgarkan pakaian, bantu inhaler miliknya | Sulit bicara, bibir kebiruan, nyeri dada |
| Pusing | Duduk atau berbaring, tungkai ditinggikan bila akan pingsan | Cegah jatuh, periksa tanda stroke | Wajah mencong, lengan lemah, bicara pelo |
| Diare | Istirahat dekat toilet | Ganti cairan, jaga kebersihan | Dehidrasi, darah pada tinja, demam tinggi |
Batas peran penolong pertama
Petugas P3K dan penolong awam tidak menentukan penyakit dan tidak memberi obat atas inisiatif sendiri. Kotak P3K di tempat kerja pun tidak berisi obat minum. Peran penolong adalah menjaga korban tetap aman, mengenali tanda bahaya, dan memastikan ia sampai ke tenaga kesehatan pada waktunya.
Keterampilan mengenali tanda bahaya ini dilatih dalam kelas basic first aid dan CPR/AED dan pelatihan petugas P3K sertifikasi Kemnaker RI.
Referensi
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
- Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
- Pedoman pertolongan pertama dari European Resuscitation Council (ERC)
- Panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang tata laksana diare dan rehidrasi oral
- Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja

