Pertolongan pertama pada orang pingsan adalah membaringkannya, meninggikan tungkai, melonggarkan pakaian, dan memastikan ia bernapas. Untuk heat stroke, yaitu suhu tubuh sangat tinggi disertai gangguan kesadaran, tindakannya berbeda: panggil bantuan medis dan dinginkan tubuh korban secepat mungkin. Membedakan keduanya adalah bagian penting pelatihan first aid di tempat kerja bersuhu panas.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Apa itu pingsan dan apa penyebabnya?
Pingsan adalah hilangnya kesadaran sesaat karena aliran darah ke otak berkurang sementara. Penyebab yang sering ditemui di tempat kerja:
- berdiri lama, terutama di ruang panas dan pengap;
- kelelahan, kurang tidur, atau belum makan;
- dehidrasi;
- nyeri hebat, takut, atau melihat darah;
- berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau jongkok.
Sebelum pingsan, korban sering merasa pusing, pandangan menggelap, mual, berkeringat dingin, dan tampak pucat. Pusing yang disertai wajah mencong, bicara pelo, nyeri dada, atau sesak memerlukan penanganan berbeda; lihat first aid sesak napas, pusing, dan diare.
Tidak semua kehilangan kesadaran adalah pingsan biasa. Henti jantung, stroke, gula darah rendah, kejang, cedera kepala, keracunan gas, dan heat stroke juga membuat orang tidak sadar. Karena itu, penilaian awal tetap wajib dilakukan.
Bagaimana menolong orang yang hampir pingsan?
- Minta ia segera duduk atau berbaring agar tidak jatuh.
- Bila berbaring, tinggikan tungkainya.
- Longgarkan kerah, dasi, dan ikat pinggang.
- Pastikan udara segar dan jauhkan kerumunan.
- Minta ia bangun perlahan setelah merasa pulih.
Bagaimana menolong orang yang pingsan?
- Periksa bahaya di sekitar, lalu periksa respons dan napas sesuai langkah DRSABC.
- Bila tidak bernapas normal, panggil bantuan dan mulai RJP.
- Bila bernapas normal, baringkan telentang dan tinggikan tungkai sekitar 20 sampai 30 cm.
- Longgarkan pakaian yang ketat.
- Pastikan udara segar.
- Periksa cedera akibat jatuh, terutama di kepala.
- Jangan beri makan atau minum sampai korban sadar penuh.
- Bila korban tidak segera sadar dalam waktu sekitar satu menit, baringkan dalam posisi pemulihan, panggil bantuan medis, dan pantau napasnya.
Setelah sadar, biarkan korban berbaring beberapa menit, lalu duduk perlahan. Cari bantuan medis bila pingsan berulang, disertai nyeri dada, sesak, jantung berdebar, kejang, sakit kepala hebat, kelemahan satu sisi tubuh, atau korban hamil, lanjut usia, atau memiliki penyakit jantung atau diabetes.
Apa saja gangguan akibat panas?
Bekerja di lingkungan panas, misalnya dekat tungku, di ruang ketel, di lapangan terbuka, atau dengan pakaian pelindung tertutup, dapat menimbulkan beberapa tingkat gangguan:
| Kondisi | Tanda utama | Tingkat bahaya |
|---|---|---|
| Kram panas | Kram otot di betis, paha, atau perut; banyak berkeringat | Ringan |
| Heat exhaustion | Lemas, pusing, mual, sakit kepala, kulit pucat dan lembap, keringat banyak, nadi cepat; masih sadar | Sedang, dapat memburuk |
| Heat stroke | Suhu tubuh sangat tinggi, bingung, bicara kacau, gelisah, kejang, atau tidak sadar; kulit panas, dapat kering atau tetap berkeringat | Darurat medis |
Tanda pembeda terpenting heat stroke adalah gangguan kesadaran atau perilaku pada orang yang terpapar panas. Jangan menunggu keringat berhenti untuk menyimpulkan heat stroke.
Bagaimana menangani kram panas dan heat exhaustion?
- Pindahkan korban ke tempat teduh dan sejuk.
- Baringkan dan tinggikan tungkai bila merasa pusing.
- Longgarkan atau lepas pakaian berlebih dan alat pelindung yang menahan panas.
- Dinginkan dengan kipas, lap basah, atau semprotan air.
- Bila korban sadar penuh dan tidak mual, beri air minum sedikit demi sedikit. Minuman elektrolit dapat membantu.
- Regangkan otot yang kram secara perlahan.
- Pantau. Bila tidak membaik dalam waktu sekitar 30 menit, muntah, atau kesadarannya menurun, perlakukan sebagai heat stroke dan panggil bantuan medis.
Korban heat exhaustion sebaiknya tidak kembali bekerja di area panas pada hari yang sama.
Bagaimana menangani heat stroke?
Heat stroke dapat merusak otak dan organ lain dalam waktu singkat. Prinsipnya: panggil bantuan dan dinginkan segera.
- Telepon 119 atau layanan darurat setempat.
- Pindahkan korban ke tempat teduh atau ruang berpendingin.
- Lepas pakaian luar dan alat pelindung.
- Dinginkan secara aktif dengan cara tercepat yang tersedia:
- merendam tubuh sampai leher dalam air dingin bila fasilitas tersedia dan korban dapat diawasi dengan aman; atau
- mengguyur atau menyemprot tubuh dengan air sambil dikipasi kuat; dan
- menempelkan kompres dingin di leher, ketiak, dan lipat paha.
- Jangan memberi minum bila korban bingung, mengantuk, atau tidak sadar.
- Jangan memberi obat penurun panas. Obat tersebut tidak mengatasi heat stroke.
- Pantau napas dan kesadaran. Bila tidak sadar tetapi bernapas, posisikan miring. Bila tidak bernapas normal, mulai RJP.
- Teruskan pendinginan sampai tenaga medis mengambil alih atau korban mulai menggigil dan kesadarannya membaik.
Siapa yang lebih berisiko?
- pekerja baru atau yang baru kembali dari cuti panjang dan belum beraklimatisasi;
- pekerja dengan pakaian pelindung kedap;
- pekerja yang kurang minum atau sedang sakit, misalnya demam atau diare;
- pekerja dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, atau yang mengonsumsi obat tertentu;
- pekerja lanjut usia.
Bagaimana mencegahnya di tempat kerja?
- Ukur dan kendalikan iklim kerja sesuai ketentuan lingkungan kerja yang berlaku.
- Sediakan air minum yang mudah dijangkau dan dorong pekerja minum secara teratur tanpa menunggu haus.
- Atur jadwal kerja dan istirahat; pekerjaan berat dilakukan pada jam yang lebih sejuk.
- Sediakan tempat istirahat yang teduh dan berventilasi.
- Terapkan aklimatisasi bertahap bagi pekerja baru.
- Gunakan sistem berpasangan agar pekerja saling mengawasi.
- Latih pengawas dan pekerja mengenali tanda awal gangguan panas.
Kesalahan yang perlu dihindari
- Mendudukkan atau menegakkan orang yang pingsan.
- Memberi minum atau memasukkan sesuatu ke mulut korban yang belum sadar penuh.
- Mengerumuni korban sehingga udara tidak mengalir.
- Menganggap pekerja yang bingung di area panas hanya kelelahan.
- Menunda pendinginan heat stroke sampai tiba di rumah sakit.
- Mengizinkan korban langsung kembali bekerja.
Bila tempat kerja Anda memiliki area panas, skenario sengatan panas dapat dijadikan modul dalam in-house training first aid. Materi ini juga termasuk kurikulum pelatihan petugas P3K sertifikasi Kemnaker RI.
Referensi
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
- Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
- Pedoman pertolongan pertama dari European Resuscitation Council (ERC)
- Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja



