Memilih penyelenggara pelatihan first aid sebaiknya didasarkan pada lima hal: legalitas, kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan, kompetensi instruktur, porsi praktik, dan kejelasan administrasi sertifikat atau lisensi. Harga dibandingkan setelah kelima hal itu setara. Panduan ini menyediakan pertanyaan dan checklist yang dapat langsung dipakai HRD dan HSE.

Mulai dari kebutuhan, bukan dari brosur

Sebelum menghubungi vendor, jawab pertanyaan berikut secara internal:

  1. Apa tujuannya? Memenuhi kewajiban petugas P3K berlisensi, membekali karyawan umum, melatih tim tanggap darurat, atau menyiapkan audit.
  2. Berapa orang? Hitung kebutuhan petugas berlisensi dengan panduan rasio jumlah petugas P3K per jumlah pekerja, termasuk per shift dan per area.
  3. Apa risiko khas lokasi? Bahan kimia, listrik, panas, ketinggian, ruang terbatas, atau lalu lintas alat berat.
  4. Fasilitas apa yang sudah ada? Kotak P3K, ruang P3K, tandu, AED.
  5. Kapan tenggatnya? Tanggal audit, tanggal berakhir lisensi petugas lama, atau jadwal proyek.

Jawaban ini menentukan jenis program. Perbedaannya dijelaskan dalam artikel perbedaan first aid, P3K, dan BLS.

Legalitas apa yang perlu diperiksa?

Untuk program petugas P3K berlisensi, pelatihan diselenggarakan oleh lembaga yang berwenang, lazimnya Perusahaan Jasa K3 (PJK3) bidang pembinaan yang memiliki penunjukan dari Kemnaker, atau instansi pemerintah terkait. Mintalah:

  • salinan surat keputusan penunjukan yang masih berlaku dan lingkup bidangnya;
  • dokumen legalitas badan usaha;
  • penjelasan alur pengurusan sertifikat dan lisensi.

Cocokkan nama badan usaha pada dokumen dengan nama pada penawaran dan faktur. Bila pelatihan dijalankan oleh mitra, tanyakan siapa pemegang penunjukannya.

Untuk kelas non-lisensi seperti basic first aid dan BLS, tidak ada lisensi pemerintah yang diterbitkan untuk peserta. Fokus penilaian beralih ke kualitas instruktur, pedoman yang dirujuk, dan sarana praktik.

Bagaimana menilai kurikulum?

Untuk program petugas P3K, pastikan materi mencakup setidaknya:

  • peraturan perundangan P3K dan dasar kesehatan kerja;
  • dasar P3K, anatomi, dan faal tubuh;
  • pedoman fasilitas P3K;
  • penilaian korban, gangguan kesadaran, pernapasan, dan peredaran darah;
  • resusitasi jantung paru;
  • luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang;
  • sengatan panas, keracunan, paparan bahan kimia, kejang;
  • P3K pada ruang terbatas dan sengatan listrik;
  • evakuasi korban;
  • praktik dan evaluasi.

Pertanyaan untuk vendor:

  • Berapa persen waktu untuk praktik?
  • Pedoman resusitasi mana yang dirujuk dan kapan terakhir diperbarui?
  • Bisakah skenario disesuaikan dengan risiko di lokasi kami?
  • Bagaimana bentuk evaluasinya, tertulis dan praktik?

Bagaimana menilai instruktur?

  • latar belakang yang relevan: tenaga kesehatan, praktisi K3, atau instruktur pertolongan pertama bersertifikat;
  • pengalaman mengajar pekerja industri, bukan hanya tenaga medis;
  • kemampuan mengoreksi teknik peserta satu per satu;
  • pemahaman terhadap regulasi ketenagakerjaan, bukan hanya teknik medis;
  • jumlah instruktur yang memadai untuk jumlah peserta.

Minta profil singkat instruktur yang akan benar-benar mengajar, bukan daftar umum.

Sarana praktik apa yang harus ada?

Sarana Mengapa penting
Manekin RJP dewasa, sebaiknya dengan umpan balik Peserta merasakan kedalaman dan kecepatan yang benar
AED trainer Melatih urutan pemakaian tanpa risiko
Alat pelindung napas untuk latihan Kebersihan dan kebiasaan yang benar
Kasa, perban, mitela dalam jumlah cukup Setiap peserta berlatih membalut
Bidai Praktik pembidaian
Tandu Praktik pemindahan korban
Bahan peraga luka (opsional) Membuat simulasi lebih nyata

Tanyakan rasio peserta per manekin dan bagaimana alat dibersihkan antar peserta.

Apa yang harus jelas soal administrasi?

  • dokumen peserta yang harus dikumpulkan dan tenggatnya;
  • siapa yang mengajukan lisensi dan ke mana;
  • perkiraan waktu proses, dengan catatan bahwa penerbitan bergantung pada instansi berwenang;
  • cara perusahaan memantau status;
  • apa yang terjadi bila ada berkas ditolak;
  • bentuk bukti sementara bila lisensi belum terbit saat audit.

Waspadai janji lisensi terbit dalam waktu pasti yang sangat singkat. Penyelenggara tidak mengendalikan sepenuhnya waktu proses di instansi pemerintah.

Bagaimana membandingkan penawaran?

Gunakan tabel pembanding seperti ini:

Kriteria Vendor A Vendor B Vendor C
Legalitas sesuai program
Durasi dan jumlah jam
Porsi praktik
Rasio peserta per instruktur
Rasio peserta per manekin
Penyesuaian skenario
Termasuk sertifikat dan lisensi
Biaya per peserta atau per kelas
Biaya di luar penawaran
Kebijakan remedial dan pembatalan

Gambaran harga di pasaran dibahas dalam artikel biaya pelatihan first aid dan petugas P3K.

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

  • menjanjikan lulus atau lisensi tanpa kehadiran penuh;
  • durasi program berlisensi jauh lebih singkat dari yang umum;
  • tidak bersedia menunjukkan dokumen legalitas;
  • tidak ada sesi praktik atau satu manekin untuk kelas besar;
  • materi mengajarkan praktik yang sudah ditinggalkan, misalnya mengoleskan bahan tertentu pada luka bakar;
  • harga sangat rendah tanpa rincian;
  • mengklaim sertifikat non-lisensi setara lisensi petugas P3K.

Kelas publik atau in-house?

Kondisi Pilihan yang biasanya cocok
Hanya 1 sampai beberapa peserta Kelas publik
Satu kelas penuh dari satu lokasi In-house
Risiko kerja khas dan perlu skenario khusus In-house
Ingin karyawan bertukar pengalaman dengan perusahaan lain Kelas publik
Operasional tidak boleh terganggu In-house bergelombang per shift

Keterangan format in-house ada di halaman in-house training first aid.

Checklist ringkas sebelum menandatangani

  • Tujuan dan jumlah peserta sudah ditetapkan
  • Jenis program sesuai tujuan (berlisensi atau non-lisensi)
  • Legalitas penyelenggara diperiksa
  • Kurikulum dan porsi praktik memadai
  • Profil instruktur diterima
  • Rasio alat peraga jelas
  • Alur dan tanggung jawab administrasi lisensi tertulis
  • Rincian biaya, termasuk yang tidak tercakup, tertulis
  • Kebijakan remedial, pembatalan, dan penjadwalan ulang jelas
  • Rencana tindak lanjut: penyegaran dan pemantauan masa berlaku lisensi

Setelah pelatihan selesai

Pekerjaan HRD dan HSE belum selesai ketika sertifikat dibagikan:

  • terbitkan atau perbarui surat penunjukan petugas P3K;
  • pasang nama dan lokasi petugas di tempat yang mudah terlihat;
  • serahkan tanggung jawab pemeriksaan kotak P3K kepada petugas;
  • catat tanggal berakhir lisensi. Lihat masa berlaku dan perpanjangan lisensi petugas P3K;
  • jadwalkan latihan penyegaran;
  • minta umpan balik peserta tentang mutu pelatihan untuk bahan evaluasi vendor.

Bila Anda sedang membandingkan penyelenggara, silakan minta penawaran resmi kami untuk program pelatihan petugas P3K sertifikasi Kemnaker RI dan ajukan pertanyaan pada checklist di atas.

Referensi

  • Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja
  • Keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. KEP.53/DJPPK/VIII/2009 tentang Pedoman Pelatihan dan Pemberian Lisensi Petugas P3K di Tempat Kerja
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja