First aid disengat lebah atau disengat tawon terdiri dari empat langkah: menjauh dari sarang, melepas sengat bila ada, mencuci dan mengompres dingin, lalu memantau tanda reaksi alergi berat. Sebagian besar sengatan hanya menimbulkan nyeri dan bengkak setempat. Namun pada sebagian orang, sengatan memicu anafilaksis yang mengancam nyawa dalam hitungan menit dan membutuhkan bantuan medis segera.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Apa beda disengat lebah dan disengat tawon?
| Hal | Lebah madu | Tawon |
|---|---|---|
| Sengat | Umumnya tertinggal di kulit bersama kantong racun | Umumnya tidak tertinggal |
| Jumlah sengatan per serangga | Sekali | Dapat berkali-kali |
| Risiko khusus | Kantong racun terus memompa selama sengat tertinggal | Serangan berkelompok dengan banyak sengatan |
Pertolongan pertamanya sama, kecuali langkah melepas sengat yang lebih sering diperlukan pada sengatan lebah. Beberapa jenis tawon berukuran besar dikenal dapat menimbulkan keracunan berat bila sengatannya banyak, sehingga korban dengan banyak sengatan perlu dibawa ke fasilitas kesehatan.
First aid disengat lebah: langkah demi langkah
- Menjauh dari lokasi. Pindah dengan tenang ke tempat aman atau ruang tertutup. Jangan mengibas-ngibas karena dapat memancing serangan lain.
- Lepaskan sengat secepatnya. Keruk dengan kuku atau tepi benda pipih seperti kartu. Jangan menunda untuk mencari alat; makin lama sengat tertinggal, makin banyak racun yang masuk.
- Cuci area sengatan dengan air dan sabun.
- Kompres dingin selama 10 sampai 20 menit. Bungkus es dengan kain, jangan ditempelkan langsung ke kulit.
- Lepaskan cincin, jam, atau gelang bila sengatan di tangan atau lengan, sebelum bengkak bertambah.
- Tinggikan bagian yang disengat bila di lengan atau tungkai.
- Jangan digaruk agar tidak lecet dan terinfeksi.
- Pantau korban sekurang-kurangnya 30 menit untuk tanda reaksi alergi berat.
First aid disengat tawon: apa yang berbeda?
- Sengat biasanya tidak tertinggal, tetapi tetap periksa kulit.
- Tawon dapat menyengat berulang dan memanggil kawanannya. Prioritas pertama adalah keluar dari area.
- Hitung perkiraan jumlah sengatan dan sampaikan kepada tenaga medis.
- Bawa korban ke fasilitas kesehatan bila sengatan banyak, meskipun keluhan awal ringan. Keluhan akibat racun dalam jumlah besar dapat muncul beberapa jam kemudian.
Langkah mencuci, mengompres dingin, dan memantau sama seperti pada sengatan lebah.
Tanda reaksi alergi berat (anafilaksis)
Segera panggil bantuan medis bila setelah sengatan muncul salah satu tanda berikut:
- sesak napas, napas berbunyi, atau suara serak;
- bengkak pada bibir, lidah, wajah, atau tenggorokan;
- gatal dan bentol yang menyebar luas di luar area sengatan;
- pusing berat, lemas, pucat, berkeringat dingin, atau pingsan;
- mual, muntah, atau nyeri perut hebat;
- jantung berdebar cepat atau rasa seperti akan terjadi sesuatu yang buruk.
Reaksi ini biasanya muncul dalam beberapa menit sampai sekitar satu jam setelah sengatan.
Apa yang dilakukan bila terjadi anafilaksis?
- Telepon 119 atau layanan darurat setempat. Sebutkan bahwa korban mengalami reaksi alergi berat setelah disengat.
- Tanyakan apakah korban memiliki autoinjektor epinefrin yang diresepkan dokter. Bila ada, bantu korban menggunakannya sesuai petunjuk pada alat. Penolong pertama tidak memberikan obat lain.
- Atur posisi. Baringkan korban dan tinggikan tungkainya. Bila sesak, biarkan ia duduk dengan posisi yang paling memudahkan bernapas. Jangan biarkan ia tiba-tiba berdiri atau berjalan.
- Longgarkan pakaian yang ketat.
- Pantau napas dan kesadaran. Bila korban tidak sadar tetapi bernapas normal, miringkan ke posisi pemulihan.
- Bila korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, mulai RJP. Lihat cara melakukan RJP/CPR untuk awam.
- Korban tetap harus diperiksa tenaga medis meskipun membaik, karena reaksi dapat muncul kembali.
Urutan penilaian awal dibahas di artikel langkah DRSABC.
Penjelasan lengkap tentang tanda, posisi korban, dan batas peran penolong ada di artikel anafilaksis atau alergi berat.
Kapan harus ke fasilitas kesehatan meski tanpa anafilaksis?
- sengatan di dalam mulut, tenggorokan, atau dekat mata;
- sengatan dalam jumlah banyak;
- korban anak kecil, lanjut usia, hamil, atau memiliki penyakit jantung atau asma;
- korban pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap sengatan sebelumnya;
- bengkak terus meluas setelah satu sampai dua hari, sangat nyeri, bernanah, atau disertai demam;
- muncul keluhan seperti urine berwarna gelap, lemas berat, atau nyeri otot setelah banyak sengatan.
Untuk sengatan di dalam mulut, sambil menunggu bantuan korban yang sadar dapat mengisap es atau menyesap air dingin untuk mengurangi bengkak.
Hal yang tidak boleh dilakukan
- Mengisap racun dengan mulut.
- Menyayat atau memencet area sengatan.
- Mengoleskan minyak, pasta gigi, tembakau, lumpur, atau bahan lain.
- Menempelkan es langsung ke kulit dalam waktu lama.
- Memberi obat milik orang lain.
- Meninggalkan korban sendirian pada setengah jam pertama.
- Kembali ke lokasi sarang untuk mengambil barang.
Mencegah sengatan di tempat kerja
Pekerjaan di kebun, kehutanan, konstruksi, pemeliharaan gedung, menara, dan gudang yang jarang dibuka memiliki risiko lebih tinggi. Langkah pencegahan:
- periksa area sebelum bekerja, terutama plafon, talang, pohon, tumpukan material, dan panel yang lama tertutup;
- jangan mengusir atau membakar sarang sendiri. Serahkan kepada petugas yang berwenang atau jasa pengendalian yang terlatih;
- kenakan pakaian lengan panjang berwarna terang dan hindari wewangian tajam saat bekerja di area rawan;
- tutup makanan dan minuman manis di area istirahat luar ruang;
- data pekerja yang memiliki riwayat alergi sengatan, dengan persetujuannya, dan pastikan rekan satu tim mengetahui letak autoinjektor miliknya;
- pastikan ada sarana komunikasi dan rencana evakuasi di lokasi terpencil.
Masukkan skenario ini ke latihan
Petugas P3K di lokasi yang rawan sengatan perlu berlatih mengenali anafilaksis dan mengatur posisi korban. Skenario tersebut dapat dimasukkan ke dalam in-house training first aid, dan dasar-dasarnya diajarkan pada kelas basic first aid dan CPR/AED.
Referensi
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
- Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
- Pedoman pertolongan pertama dari European Resuscitation Council (ERC)
- Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja

