Pertolongan pertama pada orang dewasa yang tersedak dimulai dengan mendorongnya batuk. Bila ia tidak dapat batuk, berbicara, atau bernapas, berikan hingga 5 tepukan punggung, lalu hingga 5 hentakan perut (manuver Heimlich), bergantian sampai sumbatan keluar. Bila korban menjadi tidak sadar, mulai RJP dan panggil bantuan medis. Keterampilan ini dilatih dalam pelatihan first aid memakai manekin khusus.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.

Bagaimana mengenali orang yang tersedak?

Tersedak terjadi ketika benda asing, paling sering makanan, menyumbat jalan napas. Di tempat kerja, kejadian ini biasanya terjadi di kantin atau saat makan sambil berbicara dan tergesa-gesa.

Bedakan sumbatan ringan dan berat:

Tanda Sumbatan ringan Sumbatan berat
Bicara Masih bisa menjawab Tidak bisa berbicara
Batuk Kuat dan bersuara Lemah, tidak bersuara, atau tidak bisa batuk
Napas Masih bernapas, mungkin berbunyi Tidak bisa bernapas atau terdengar bunyi melengking
Tanda lain Gelisah Memegang leher, wajah membiru, lalu hilang kesadaran

Tanyakan dengan jelas apakah ia tersedak. Korban dengan sumbatan berat biasanya hanya dapat mengangguk.

Apa yang dilakukan pada sumbatan ringan?

  • Dorong korban untuk terus batuk.
  • Jangan menepuk punggung atau melakukan hentakan perut selama batuknya masih efektif.
  • Jangan memberi minum.
  • Tetap di dekatnya dan awasi.
  • Bila batuk melemah atau korban tidak bisa bernapas, perlakukan sebagai sumbatan berat.

Teknik Heimlich dewasa: menangani sumbatan berat pada korban sadar

Minta orang lain menelepon 119 atau layanan darurat setempat sementara Anda menolong.

Tepukan punggung (back blows)

  1. Berdiri di samping agak ke belakang korban.
  2. Topang dadanya dengan satu tangan dan condongkan badannya ke depan agar benda keluar lewat mulut.
  3. Dengan tumit tangan yang lain, berikan hingga 5 tepukan keras di antara kedua tulang belikat.
  4. Periksa setelah setiap tepukan apakah sumbatan sudah keluar.

Hentakan perut (manuver Heimlich)

Bila 5 tepukan punggung tidak berhasil:

  1. Berdiri di belakang korban dan lingkarkan kedua lengan di perut bagian atasnya.
  2. Condongkan korban sedikit ke depan.
  3. Kepalkan satu tangan dan letakkan sisi ibu jarinya di antara pusar dan ujung bawah tulang dada.
  4. Genggam kepalan dengan tangan lain.
  5. Hentakkan dengan cepat ke arah dalam dan ke atas.
  6. Ulangi hingga 5 kali, periksa setelah setiap hentakan.

Ulangi bergantian

Lanjutkan 5 tepukan punggung dan 5 hentakan perut secara bergantian sampai sumbatan keluar atau korban menjadi tidak sadar.

Urutan di atas mengikuti pedoman yang banyak dipakai secara internasional. Sebagian pedoman dan lembaga pelatihan mengajarkan variasi urutan. Ikuti yang diajarkan dalam pelatihan Anda; yang terpenting adalah bertindak segera.

Bagaimana bila korban menjadi tidak sadar?

  1. Turunkan korban ke lantai dengan hati-hati.
  2. Pastikan bantuan medis sudah dipanggil.
  3. Mulai RJP dengan kompresi dada. Kompresi juga dapat membantu mendorong sumbatan.
  4. Setiap kali membuka jalan napas untuk memberi napas bantuan, lihat ke dalam mulut. Bila benda terlihat jelas dan mudah dijangkau, keluarkan.
  5. Jangan mengorek mulut secara membabi buta karena benda dapat terdorong lebih dalam.
  6. Lanjutkan sampai bantuan tiba atau korban pulih.

Teknik kompresinya dijelaskan di artikel cara melakukan RJP/CPR untuk awam.

Bagaimana pada kondisi khusus?

Ibu hamil atau korban bertubuh besar

Bila lengan tidak dapat melingkari perut atau korban hamil, lakukan hentakan dada: lingkarkan lengan di bawah ketiak korban, letakkan kepalan di tengah tulang dada, lalu hentakkan lurus ke belakang.

Korban di kursi roda

Kunci roda, lalu lakukan tepukan punggung dengan mencondongkan korban ke depan. Hentakan perut dapat dilakukan dari belakang kursi bila sandarannya memungkinkan.

Bila Anda sendiri yang tersedak

Beri tanda kepada orang di sekitar. Bila sendirian, hubungi layanan darurat bila masih bisa, lalu hentakkan perut bagian atas ke tepi yang kokoh seperti sandaran kursi, atau gunakan kepalan tangan sendiri.

Bayi dan anak

Teknik untuk bayi di bawah satu tahun berbeda: tepukan punggung dan hentakan dada dengan posisi bayi menelungkup dan telentang di lengan penolong, tanpa hentakan perut. Untuk anak, tenaga disesuaikan dengan ukuran tubuh. Teknik ini sebaiknya dipelajari langsung dalam pelatihan. Langkahnya dijelaskan di artikel teknik Heimlich anak dan cara menolong bayi tersedak.

Apa yang dilakukan setelah sumbatan keluar?

  • Minta korban duduk dan bernapas tenang.
  • Anjurkan pemeriksaan medis, terutama bila hentakan perut telah diberikan, masih batuk terus, sulit menelan, atau nyeri di perut atau dada.
  • Catat kejadian dalam buku kegiatan P3K.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menepuk punggung korban yang masih batuk kuat dalam posisi tegak, yang dapat membuat benda bergeser lebih dalam.
  • Memberi minum.
  • Mengorek tenggorokan dengan jari tanpa melihat bendanya.
  • Melakukan hentakan perut pada orang yang tidak tersedak atau sebagai latihan pada orang sungguhan. Latihan hanya dilakukan pada manekin.
  • Meninggalkan korban pergi sendirian ke toilet. Banyak korban menjauh karena malu lalu kehilangan kesadaran tanpa ada yang melihat.
  • Menunda memanggil bantuan.

Bagaimana mencegah tersedak di tempat kerja?

  • Sediakan waktu istirahat makan yang cukup agar karyawan tidak makan tergesa-gesa.
  • Hindari makan sambil bekerja, berjalan, atau tertawa.
  • Potong makanan menjadi ukuran kecil dan kunyah dengan baik.
  • Pasang poster langkah penanganan tersedak di kantin.
  • Pastikan ada karyawan terlatih di area kantin pada jam makan.

Penanganan tersedak, bersama RJP dan AED, adalah bagian dari kelas basic first aid dan CPR/AED dan pelatihan Basic Life Support (BLS). Urutan penilaian korban secara umum dapat dibaca di artikel langkah DRSABC.

Referensi

  • Pedoman bantuan hidup dasar dari European Resuscitation Council (ERC)
  • Pedoman pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar dari American Heart Association dan American Red Cross
  • International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
  • Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja