Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang muncul cepat dan dapat mengancam nyawa karena mengganggu pernapasan dan peredaran darah. Pertolongan pertamanya: segera hubungi 119, baringkan korban, bantu ia memakai auto-injector epinefrin miliknya bila ada, dan pantau napasnya sampai tenaga medis tiba. Penolong tidak memberi obat atas inisiatif sendiri dan tidak menunggu gejala memburuk.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Apa pemicu anafilaksis?
Pemicu yang sering dilaporkan:
- makanan: kacang, makanan laut, telur, susu;
- sengatan serangga: lebah, tawon, semut tertentu;
- obat: antibiotik tertentu, obat pereda nyeri, zat kontras;
- bahan lain: lateks, bahan kimia tertentu.
Reaksi dapat terjadi pada orang yang sebelumnya tidak tahu dirinya alergi. Gejala umumnya muncul dalam hitungan menit sampai sekitar satu jam setelah terpapar.
Bagaimana mengenali anafilaksis?
| Bagian tubuh | Tanda |
|---|---|
| Kulit | Bentol dan gatal meluas, kemerahan, bengkak di bibir, wajah, kelopak mata |
| Jalan napas | Bengkak di lidah atau tenggorokan, suara serak, sulit menelan |
| Pernapasan | Sesak, mengi, batuk terus-menerus |
| Peredaran darah | Pucat, lemas, pusing, nadi cepat, pingsan |
| Pencernaan | Mual, muntah, kram perut |
Curigai anafilaksis bila gejala muncul mendadak setelah paparan dan melibatkan napas atau kesadaran, dengan atau tanpa gejala kulit. Bila ragu, perlakukan sebagai anafilaksis.
Apa langkah pertolongan pertamanya?
- Hubungi 119 atau layanan darurat setempat. Sebutkan dugaan anafilaksis.
- Jauhkan pemicu bila memungkinkan: hentikan makan, singkirkan sengat lebah dengan mengerik dari samping.
- Baringkan korban. Jangan biarkan ia berdiri atau berjalan, meski merasa mampu.
- Tanyakan auto-injector. Bila korban membawa auto-injector epinefrin miliknya, bantu ia memakainya sesuai petunjuk pada alat.
- Longgarkan pakaian dan tenangkan korban.
- Catat waktu gejala muncul dan waktu auto-injector dipakai.
- Pantau respons dan napas. Bila korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, mulai RJP dan minta AED.
Jangan memberi makan atau minum, termasuk obat alergi telan, kepada korban yang sesak, sulit menelan, atau kesadarannya menurun.
Posisi apa yang tepat untuk korban?
| Kondisi | Posisi |
|---|---|
| Lemas, pusing, pucat | Telentang; kaki dapat ditinggikan bila nyaman |
| Sesak tetapi sadar | Duduk bersandar dengan kaki diluruskan, jangan berdiri |
| Hamil | Berbaring miring ke kiri |
| Tidak sadar, bernapas normal | Posisi pemulihan |
| Tidak bernapas normal | Telentang untuk RJP |
Berdiri atau duduk mendadak dari posisi berbaring dapat membuat tekanan darah turun tajam. Pertahankan korban berbaring sampai tenaga medis mengambil alih.
Apa peran auto-injector epinefrin?
Epinefrin (adrenalin) adalah penanganan utama anafilaksis dan diberikan oleh tenaga medis. Sebagian orang dengan riwayat alergi berat dibekali dokter dengan auto-injector untuk dipakai sendiri. Ketersediaannya di Indonesia terbatas, sehingga banyak korban tidak membawanya. Karena itu memanggil bantuan medis sejak awal sangat menentukan.
Batas peran penolong pertama:
- membantu korban memakai auto-injector miliknya sendiri sesuai petunjuk alat;
- tidak memberi obat lain atas inisiatif sendiri;
- tidak memakai auto-injector milik orang lain;
- menyerahkan alat yang sudah dipakai kepada tenaga medis dan menyebutkan waktu pemakaiannya.
Bila gejala tidak membaik dan korban memiliki dosis kedua, pemakaiannya mengikuti petunjuk dokter korban atau arahan petugas layanan darurat.
Bagaimana menyiapkan tempat kerja?
- Dorong karyawan dengan alergi berat untuk memberi tahu atasan atau petugas P3K, dengan menjaga kerahasiaan datanya.
- Sepakati di mana auto-injector disimpan dan siapa yang tahu.
- Cantumkan informasi bahan pada makanan kantin dan katering.
- Kendalikan sarang lebah dan tawon di area kerja. Lihat artikel first aid disengat lebah dan tawon.
- Masukkan skenario alergi berat ke dalam latihan.
Reaksi alergi berat juga dapat berujung syok; penanganannya dibahas di artikel menanggulangi syok dan epilepsi. Mengenali anafilaksis dan memposisikan korban dilatih dalam kelas basic first aid dan CPR/AED.
Referensi
- Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
- Pedoman penanganan anafilaksis dari European Resuscitation Council (ERC) dan World Allergy Organization
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)

