Posisi pemulihan (recovery position) adalah posisi miring stabil untuk korban yang tidak sadar tetapi masih bernapas normal. Dengan memiringkan badan korban, lidah tidak jatuh menutup jalan napas, dan cairan seperti muntahan atau darah mengalir keluar dari mulut. Posisi ini tidak dipakai pada korban yang tidak bernapas normal, dan tidak dianjurkan bila ada dugaan cedera tulang belakang kecuali jalan napasnya terancam.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Mengapa korban tidak sadar perlu dimiringkan?
Orang yang tidak sadar kehilangan kendali atas otot dan refleksnya. Bila ia telentang:
- lidah dapat jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas;
- muntahan, air liur, atau darah dapat masuk ke saluran napas;
- ia tidak dapat batuk untuk membersihkannya.
Posisi miring dengan kepala sedikit tengadah menjaga jalan napas tetap terbuka dan membiarkan cairan keluar dengan sendirinya.
Kapan posisi pemulihan dipakai?
| Kondisi korban | Tindakan |
|---|---|
| Tidak sadar, bernapas normal, tanpa dugaan cedera tulang belakang | Posisi pemulihan, pantau napas |
| Tidak merespons, tidak bernapas normal | Telentang, mulai RJP, minta AED |
| Setelah kejang berhenti dan korban bernapas | Posisi pemulihan sampai sadar penuh |
| Mabuk, keracunan, atau mengantuk berat tetapi bernapas | Posisi pemulihan, jangan ditinggal |
| Diduga cedera tulang belakang, bernapas baik | Jangan dipindahkan; tahan kepala, pantau napas |
| Sadar | Posisi yang paling nyaman bagi korban |
Sebelum memiringkan korban, pastikan lokasi aman dan bantuan sudah dipanggil.
Bagaimana langkah memiringkan badan korban?
Variasi teknik antar lembaga pelatihan kecil saja. Urutan yang umum diajarkan:
- Berlutut di samping korban yang telentang. Lepaskan kacamata dan keluarkan benda keras dari sakunya.
- Luruskan kedua kaki korban.
- Letakkan lengan yang dekat dengan Anda membentuk siku-siku terhadap badan, telapak tangan menghadap ke atas.
- Tarik lengan yang jauh menyilang dada, lalu tempelkan punggung tangannya ke pipi yang dekat dengan Anda. Tahan di sana.
- Dengan tangan yang lain, tekuk lutut yang jauh hingga telapak kakinya menapak lantai.
- Tarik lutut yang ditekuk itu ke arah Anda sehingga korban berguling miring menghadap Anda.
- Atur kaki atas agar pinggul dan lutut menekuk siku-siku, sehingga badan tidak terguling tengkurap.
- Tengadahkan kepala sedikit agar jalan napas terbuka, dengan tangan korban sebagai penyangga pipi. Arahkan mulut sedikit ke bawah.
- Periksa kembali napasnya.
Apa yang dilakukan setelah korban miring?
- Pastikan 119 atau layanan darurat setempat sudah dihubungi.
- Pantau napas terus-menerus. Bila napas berhenti atau menjadi tidak normal, telentangkan korban dan mulai RJP.
- Selimuti korban agar tetap hangat.
- Jangan memberi makan atau minum.
- Jangan meninggalkan korban. Bila terpaksa pergi untuk mencari bantuan, pastikan posisinya stabil.
- Catat waktu dan perubahan kondisinya untuk disampaikan kepada tenaga medis.
Bagaimana pada kondisi khusus?
Dugaan cedera tulang belakang. Aturan dasarnya jangan memindahkan korban kecuali ada bahaya. Bila korban bernapas baik, tahan kepalanya dan tunggu tenaga medis. Bila ia muntah atau jalan napasnya tidak dapat dijaga dalam posisi telentang, miringkan dengan menjaga kepala, leher, dan badan tetap segaris, sebaiknya oleh beberapa penolong. Untuk membuka jalan napas, penolong terlatih memakai teknik jaw thrust.
Ibu hamil. Miringkan ke sisi kiri agar rahim tidak menekan pembuluh darah besar.
Cedera di satu sisi. Hindari membebani sisi yang cedera bila memungkinkan.
Bayi. Gendong miring dengan kepala sedikit lebih rendah dan tersangga, wajah menghadap ke bawah.
Kesalahan yang perlu dihindari
- Memiringkan korban yang tidak bernapas normal, sehingga RJP tertunda.
- Menganggap napas tersengal sebagai napas normal.
- Membiarkan korban tidak sadar telentang dengan bantal di bawah kepala.
- Mendudukkan korban tidak sadar di kursi.
- Tidak memeriksa ulang napas setelah memiringkan.
- Meninggalkan korban karena tampak tidur.
Posisi pemulihan terlihat sederhana, tetapi baru lancar setelah dicoba pada rekan latihan dengan ukuran tubuh berbeda. Teknik ini dipraktikkan dalam kelas basic first aid dan CPR/AED, setelah peserta mempelajari langkah DRSABC untuk menilai korban.
Referensi
- Pedoman bantuan hidup dasar dari European Resuscitation Council (ERC)
- Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)

