Menurut lampiran Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008, tempat kerja berpotensi bahaya rendah membutuhkan 1 petugas P3K untuk 25 sampai 150 pekerja, sedangkan tempat kerja berpotensi bahaya tinggi membutuhkan 1 petugas untuk sampai 100 pekerja. Di atas angka itu, petugas ditambah untuk setiap 150 atau 100 pekerja. Hitungan ini menentukan berapa orang yang perlu mengikuti pelatihan first aid berlisensi.

Bagaimana bunyi tabel rasionya?

Klasifikasi tempat kerja Jumlah pekerja Jumlah petugas P3K
Potensi bahaya rendah 25 sampai 150 1 orang
Potensi bahaya rendah Lebih dari 150 1 orang untuk setiap 150 orang atau kurang
Potensi bahaya tinggi Sampai 100 1 orang
Potensi bahaya tinggi Lebih dari 100 1 orang untuk setiap 100 orang atau kurang

Frasa setiap 150 orang atau kurang berarti sisa pembagian tetap dihitung satu petugas. Dengan kata lain, hasil bagi selalu dibulatkan ke atas.

Apa yang dimaksud potensi bahaya rendah dan tinggi?

Peraturan tidak memberi daftar industri yang kaku. Klasifikasi ditetapkan dari hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja. Sebagai gambaran umum:

  • Cenderung rendah: perkantoran, layanan administrasi, ritel, dan kegiatan sejenis yang tidak melibatkan mesin berat, bahan berbahaya, atau pekerjaan berisiko tinggi.
  • Cenderung tinggi: konstruksi, manufaktur dengan mesin dan bahan kimia, pertambangan, migas, pekerjaan di ketinggian, ruang terbatas, dan pekerjaan kelistrikan.

Satu perusahaan dapat memiliki area dengan klasifikasi berbeda. Kantor pusat dan pabriknya, misalnya, wajar dihitung dengan rasio yang berbeda.

Faktor apa lagi yang harus diperhitungkan?

Rasio dasar belum cukup. Peraturan juga meminta pengurus mengatur tersedianya petugas P3K pada:

  1. tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau lebih, sesuai jumlah pekerja dan potensi bahaya;
  2. tempat kerja di setiap lantai yang berbeda di gedung bertingkat, sesuai jumlah pekerja dan potensi bahaya;
  3. tempat kerja dengan jadwal kerja shift, sesuai jumlah pekerja dan potensi bahaya.

Logikanya sederhana: petugas P3K harus dapat mencapai korban dalam hitungan menit. Petugas yang berada di gedung lain atau sedang tidak bertugas tidak dapat membantu.

Bagaimana cara menghitungnya?

Gunakan langkah berikut:

  1. Bagi tempat kerja menjadi kelompok hitung: per lokasi yang berjauhan, per lantai, dan per shift.
  2. Tetapkan klasifikasi potensi bahaya tiap kelompok.
  3. Hitung jumlah pekerja di tiap kelompok.
  4. Bagi dengan 150 (rendah) atau 100 (tinggi), lalu bulatkan ke atas.
  5. Jumlahkan seluruh kelompok.
  6. Tambahkan cadangan untuk cuti, sakit, dan rotasi.

Contoh perhitungan

Contoh 1: kantor satu lantai, satu shift

Sebanyak 120 pekerja, potensi bahaya rendah. Jumlahnya berada pada rentang 25 sampai 150, sehingga kebutuhan minimal 1 petugas. Dengan cadangan, sebaiknya 2 orang agar tetap ada petugas saat salah satunya cuti.

Contoh 2: pabrik tiga shift

Sebanyak 450 pekerja, potensi bahaya tinggi, terbagi rata dalam tiga shift (150 orang per shift).

  • Per shift: 150 dibagi 100 = 1,5, dibulatkan menjadi 2 petugas.
  • Tiga shift: 2 x 3 = 6 petugas.

Bila dihitung tanpa memperhatikan shift, hasilnya 5 petugas, tetapi tidak menjamin setiap shift terlayani. Menghitung per shift lebih sesuai dengan maksud peraturan.

Contoh 3: gedung bertingkat

Kantor empat lantai, masing-masing 60 pekerja, potensi bahaya rendah, satu shift. Karena setiap lantai perlu petugas, kebutuhan minimal 4 petugas, walaupun total 240 pekerja bila dihitung gabungan hanya menghasilkan 2 petugas.

Contoh 4: lokasi dengan unit berjauhan

Sebuah lokasi memiliki area produksi (220 pekerja, bahaya tinggi) dan gudang yang berjarak lebih dari 500 meter (40 pekerja, bahaya tinggi), satu shift.

  • Area produksi: 220 dibagi 100 = 2,2, dibulatkan menjadi 3 petugas.
  • Gudang: 1 petugas.
  • Total minimal 4 petugas.

Contoh-contoh ini adalah ilustrasi cara menafsirkan ketentuan. Untuk kasus yang tidak lazim, konsultasikan dengan pengawas ketenagakerjaan setempat.

Berapa cadangan yang wajar?

Peraturan tidak menetapkan angka cadangan. Dalam praktik, banyak perusahaan menambahkan sekitar satu orang cadangan untuk setiap kelompok atau shift, terutama bila:

  • petugas sering dinas luar atau bekerja lintas area;
  • tingkat pergantian karyawan tinggi;
  • pekerjaan berisiko tinggi berlangsung terus-menerus;
  • lokasi jauh dari fasilitas kesehatan.

Cadangan juga mencegah kekosongan saat lisensi salah satu petugas sedang dalam proses perpanjangan.

Apakah semua karyawan lain tidak perlu dilatih?

Rasio di atas adalah jumlah minimal petugas berlisensi. Di luar itu, semakin banyak karyawan yang memahami tindakan dasar, semakin cepat korban tertolong. Karena itu banyak perusahaan menggabungkan dua lapis:

Kesalahan umum dalam menghitung

  • Menghitung total pekerja tanpa memisahkan shift.
  • Menghitung satu gedung bertingkat sebagai satu kelompok.
  • Tidak memasukkan pekerja kontraktor dan alih daya yang bekerja rutin di lokasi.
  • Menetapkan potensi bahaya rendah untuk seluruh perusahaan padahal ada area produksi atau gudang bahan kimia.
  • Tidak memperbarui hitungan setelah penambahan karyawan atau perluasan pabrik.
  • Menghitung petugas yang lisensinya sudah habis. Periksa masa berlaku dan perpanjangan lisensi petugas P3K.

Dokumentasi yang sebaiknya disimpan

Agar mudah ditunjukkan saat audit atau pemeriksaan, simpan:

  • lembar perhitungan kebutuhan petugas per kelompok;
  • dasar penetapan klasifikasi potensi bahaya;
  • daftar petugas, nomor lisensi, dan tanggal berakhirnya;
  • surat penunjukan petugas;
  • denah lokasi petugas dan kotak P3K.

Perbarui dokumen ini setidaknya setahun sekali atau setiap ada perubahan organisasi.

Referensi

  • Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja (Lampiran I)
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja