Menolong korban tenggelam di kolam atau sungai selalu dimulai dari keselamatan penolong. Jangan terjun bila tidak terlatih. Panggil bantuan, raih korban dari tepi atau lemparkan benda yang mengapung, dan baru setelah korban berada di darat nilai respons serta napasnya. Bila ia tidak bernapas normal, segera mulai RJP, dengan napas bantuan bila Anda terlatih, karena masalah utama korban tenggelam adalah kekurangan oksigen.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.

Seperti apa orang yang sedang tenggelam?

Orang tenggelam jarang berteriak dan melambai seperti di film. Tanda yang lebih sering terlihat:

  • kepala timbul tenggelam dengan mulut di permukaan air;
  • badan tegak di air, tidak ada gerakan kaki yang efektif;
  • lengan menekan air ke samping, tidak mampu melambai;
  • tidak menjawab ketika dipanggil;
  • pandangan kosong atau panik.

Kejadian berlangsung cepat dan senyap. Di tempat kerja, risikonya ada di kolam penampungan, bak pengolahan air, dermaga, saluran, dan lokasi proyek di tepi sungai.

Mengapa keselamatan penolong didahulukan?

Korban yang panik akan mencengkeram apa pun, termasuk penolongnya. Sungai menambah bahaya: arus, pusaran, air keruh, batu, dan dasar yang tidak terlihat. Penolong yang ikut tenggelam menambah jumlah korban dan mengurangi jumlah orang yang dapat menolong.

Bagaimana urutan menolong dari yang paling aman?

  1. Teriak dan panggil bantuan. Minta seseorang menelepon 119 atau layanan darurat setempat. Minta orang lain terus menunjuk posisi korban.
  2. Raih. Dari tepi, ulurkan galah, dahan, tali, atau handuk. Berbaring atau berpegangan agar tidak ikut tertarik.
  3. Lempar. Lemparkan pelampung, jeriken kosong tertutup, atau benda mengapung lain, sebaiknya terikat tali.
  4. Gunakan perahu atau alat apung bila tersedia dan Anda mampu memakainya.
  5. Masuk ke air hanya bila Anda terlatih menyelamatkan di air, membawa alat apung, dan kondisi air memungkinkan.

Di kolam, matikan pompa atau mesin yang dapat menyedot. Di sungai berarus, jangan masuk; arahkan tim penyelamat dan ikuti korban dari tepi bila aman.

Apa yang dilakukan setelah korban berada di darat?

  1. Baringkan telentang di permukaan yang rata.
  2. Periksa respons dan napas, tidak lebih dari sekitar 10 detik.
  3. Bila bernapas normal tetapi tidak sadar, baringkan dalam posisi pemulihan, selimuti, dan pantau.
  4. Bila tidak bernapas normal, mulai RJP.

Bila korban terjun atau terbentur di air dangkal, curigai cedera leher. Gerakkan kepala sesedikit mungkin, tetapi jangan menunda pertolongan napas.

Bagaimana RJP pada korban tenggelam?

Pada korban tenggelam, jantung berhenti karena kehabisan oksigen. Karena itu napas bantuan mendapat penekanan lebih dibanding pada henti jantung mendadak.

  • Penolong terlatih. Buka jalan napas dan beri napas bantuan lebih dulu, lalu lanjutkan siklus 30 kompresi dan 2 napas. Jumlah napas awal mengikuti pedoman yang diajarkan dalam pelatihan Anda.
  • Penolong tidak terlatih. Lakukan kompresi dada terus-menerus dan ikuti arahan petugas layanan darurat melalui telepon.
  • Kompresi pada korban dewasa: kecepatan 100 sampai 120 kali per menit, kedalaman sekitar 5 sampai 6 cm.
  • Korban sering muntah. Miringkan, bersihkan mulut dari yang terlihat, lalu lanjutkan.
  • Gunakan AED begitu tersedia. Keringkan dada korban dan pastikan ia tidak berada di genangan air sebelum elektroda ditempel.

Teknik kompresi dijelaskan di artikel cara melakukan RJP/CPR untuk awam.

Apa yang tidak boleh dilakukan?

  • Terjun menolong tanpa keterampilan dan alat apung.
  • Menekan perut, menggantung korban terbalik, atau memutar-mutarnya untuk mengeluarkan air.
  • Menunda RJP untuk mengganti pakaian basah.
  • Memberi minuman hangat kepada korban yang belum sadar penuh.
  • Membiarkan korban pulang tanpa pemeriksaan medis.

Mengapa korban tetap harus dirujuk?

Air yang masuk ke paru-paru dapat menimbulkan gangguan napas beberapa jam setelah kejadian. Rujuk semua korban yang sempat tidak sadar, mendapat napas bantuan atau RJP, batuk terus, sesak, atau tampak bingung. Selama menunggu, lepaskan pakaian basah bila memungkinkan dan selimuti korban agar tidak kedinginan.

Bagaimana mencegah kejadian di tempat kerja?

  • Pasang pagar dan penutup pada kolam, bak, dan saluran.
  • Sediakan pelampung bertali dan galah di tepi air.
  • Wajibkan jaket pelampung untuk pekerjaan di atas atau dekat air.
  • Larang bekerja sendirian di area berisiko.
  • Latih karyawan di area tersebut dengan RJP melalui pelatihan Basic Life Support (BLS).

Referensi

  • Pedoman resusitasi pada kondisi khusus (tenggelam) dari European Resuscitation Council (ERC) dan American Heart Association (AHA)
  • International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
  • Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja