Pertolongan pertama pada luka bakar adalah menghentikan proses terbakar, lalu mendinginkan luka dengan air mengalir yang sejuk selama sekitar 20 menit, melepas perhiasan dan pakaian yang tidak menempel, dan menutup luka secara longgar dengan penutup bersih. Jangan mengoleskan apa pun. Langkah sederhana ini diajarkan dalam pelatihan first aid karena sangat memengaruhi kedalaman luka dan penyembuhannya.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.

Apa saja penyebab luka bakar di tempat kerja?

Penyebab Contoh
Panas kering Api, permukaan mesin panas, percikan las
Panas basah Air panas, uap, minyak panas
Bahan kimia Asam, basa, pelarut
Listrik Kontak dengan arus, busur listrik
Radiasi Sinar matahari, sinar las
Gesekan Terseret sabuk konveyor atau tali

Penyebab menentukan cara mengamankan lokasi. Luka bakar listrik dan kimia memiliki langkah tambahan yang dibahas di bawah.

Bagaimana menilai tingkat keparahannya?

Secara sederhana, kedalaman luka bakar dibedakan menjadi:

Kedalaman Ciri umum
Superfisial Kulit merah, nyeri, tanpa lepuh
Sebagian ketebalan kulit Merah, melepuh, sangat nyeri, tampak basah
Seluruh ketebalan kulit Putih, cokelat, atau hitam, kering dan kaku; dapat tidak terasa nyeri karena ujung saraf rusak

Selain kedalaman, keparahan ditentukan oleh luas, lokasi, penyebab, serta usia dan kondisi korban. Sebagai perkiraan kasar, telapak tangan korban beserta jari-jarinya setara dengan kira-kira satu persen luas permukaan tubuhnya. Penolong tidak perlu menentukan derajat secara tepat. Bila ragu, perlakukan sebagai luka serius.

Apa langkah pertolongan pertamanya?

  1. Amankan diri dan korban. Jauhkan dari sumber panas. Bila pakaian terbakar, minta korban berhenti, berbaring, dan berguling, atau padamkan dengan selimut atau air.
  2. Dinginkan luka. Alirkan air bersih bersuhu sejuk ke luka selama sekitar 20 menit. Mulailah secepat mungkin. Pendinginan masih bermanfaat walaupun tertunda beberapa saat.
  3. Lepas perhiasan dan pakaian di sekitar luka sebelum bengkak, misalnya cincin, jam tangan, dan ikat pinggang. Jangan menarik pakaian yang menempel pada luka; gunting di sekelilingnya.
  4. Tutup longgar. Gunakan kasa steril, kain bersih yang tidak berbulu, atau plastik pembungkus makanan (cling film) yang diletakkan memanjang, bukan dililitkan ketat.
  5. Jaga suhu tubuh. Dinginkan lukanya, hangatkan orangnya. Selimuti bagian tubuh yang tidak terbakar, terutama bila lukanya luas.
  6. Panggil bantuan medis sesuai tingkat keparahan.
  7. Pantau korban. Perhatikan tanda syok dan gangguan napas.

Bila air mengalir tidak tersedia, gunakan air bersih dalam wadah yang diganti berkala atau kompres basah yang sering dibasahi ulang, sambil mengupayakan air mengalir.

Kapan korban harus dibawa ke rumah sakit?

Cari pertolongan medis segera bila:

  • luka lebih luas dari telapak tangan korban;
  • luka tampak dalam, putih, atau hangus;
  • luka mengenai wajah, leher, tangan, kaki, persendian, atau alat kelamin;
  • luka melingkari lengan, tungkai, atau dada;
  • penyebabnya listrik atau bahan kimia;
  • korban menghirup asap atau uap panas: suara serak, batuk, jelaga di sekitar hidung atau mulut, sulit bernapas;
  • korban adalah anak, lanjut usia, ibu hamil, atau memiliki penyakit penyerta;
  • nyeri hebat atau ada tanda syok.

Bagaimana menangani luka bakar kimia?

Bahan kimia terus merusak jaringan selama masih menempel. Karena itu:

  1. Lindungi diri dengan sarung tangan dan pelindung lain yang sesuai.
  2. Sikat bahan kimia berbentuk bubuk dari kulit sebelum disiram, bila aman dilakukan.
  3. Bilas dengan air mengalir dalam jumlah banyak selama sedikitnya 20 menit, lebih lama untuk bahan tertentu sesuai Lembar Data Keselamatan (LDK/SDS).
  4. Lepas pakaian dan sepatu yang terkontaminasi sambil terus membilas.
  5. Pastikan air bilasan tidak mengalir ke bagian tubuh lain atau ke penolong.
  6. Jangan mencoba menetralkan asam dengan basa atau sebaliknya.
  7. Bawa informasi nama bahan atau SDS ke fasilitas kesehatan.

Untuk mata, bilas dengan air mengalir atau pembilas mata dengan kelopak dibuka, dari sisi hidung ke arah luar. Pembahasan lengkap ada di artikel pertolongan pertama pada keracunan dan paparan bahan kimia.

Bagaimana menangani luka bakar listrik?

Luka bakar listrik sering tampak kecil di permukaan, tetapi kerusakan di dalam tubuh bisa luas dan jantung dapat terganggu.

  1. Jangan menyentuh korban sebelum sumber listrik diputus.
  2. Setelah aman, periksa respons dan napas. Mulai RJP bila perlu.
  3. Dinginkan luka masuk dan luka keluar dengan air setelah listrik dipastikan mati.
  4. Semua korban sengatan listrik perlu diperiksa tenaga medis.

Lihat pertolongan pertama pada sengatan listrik.

Apa yang tidak boleh dilakukan?

  • Mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, kecap, kopi, atau ramuan lain.
  • Menempelkan es atau merendam dengan air es.
  • Memecahkan lepuh.
  • Menarik pakaian yang menempel.
  • Menutup dengan kapas atau bahan berbulu.
  • Memakai plester yang menempel pada luka.
  • Mendinginkan korban dengan luka luas terlalu lama hingga menggigil tanpa menghangatkan bagian tubuh lain.
  • Memberi makan atau minum pada korban dengan luka berat atau kesadaran menurun.

Bagaimana mencegah luka bakar di tempat kerja?

Pertolongan pertama adalah lapis terakhir. Pencegahan tetap utama:

  • beri pelindung dan tanda pada permukaan panas;
  • gunakan alat pelindung diri yang sesuai: sarung tangan tahan panas, pelindung wajah, apron;
  • terapkan izin kerja panas untuk pengelasan dan pemotongan;
  • simpan bahan kimia sesuai SDS dan sediakan pembilas mata serta shower darurat;
  • pastikan sumber air bersih dekat dengan area berisiko;
  • latih pekerja menggunakan alat pemadam dan fasilitas P3K.

Peran petugas P3K setelah kejadian

Petugas P3K mencatat waktu kejadian, penyebab, lama pendinginan, dan kondisi korban saat diserahkan ke tenaga medis. Informasi ini membantu penanganan lanjutan dan menjadi bahan investigasi. Setelah itu, isi ulang kasa dan perlengkapan yang terpakai.

Simulasi penanganan luka bakar, termasuk bahan kimia, dapat dimasukkan dalam in-house training first aid sesuai risiko di lokasi Anda, atau dipelajari di kelas basic first aid dan CPR/AED.

Referensi

  • International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
  • Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
  • Pedoman pertolongan pertama dari European Resuscitation Council (ERC)
  • Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja