Pertolongan pertama pada sengatan listrik selalu dimulai dengan memutus sumber listrik sebelum menyentuh korban. Setelah aman, periksa respons dan napas, mulai RJP dan gunakan AED bila korban tidak bernapas normal, dinginkan luka bakar, dan pastikan korban diperiksa tenaga medis. Urutan ini ditekankan dalam pelatihan first aid karena penolong yang tergesa-gesa sering menjadi korban kedua.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Apa yang terjadi pada tubuh saat tersengat listrik?
Arus listrik yang melewati tubuh dapat menimbulkan:
- gangguan irama jantung hingga henti jantung;
- henti napas karena otot pernapasan atau pusat napas terganggu;
- luka bakar di titik masuk dan keluar arus, serta kerusakan jaringan di sepanjang jalurnya;
- kontraksi otot hebat yang dapat membuat korban tidak mampu melepaskan genggaman;
- cedera sekunder seperti patah tulang atau cedera kepala karena terlempar atau jatuh dari ketinggian.
Berat ringannya dipengaruhi besar arus, tegangan, lama kontak, jalur arus di tubuh, serta kondisi kulit basah atau kering. Luka di kulit dapat tampak kecil padahal kerusakan di dalam luas.
Apa langkah pertama yang paling penting?
Jangan sentuh korban sebelum sumber listrik diputus.
Untuk tegangan rendah (instalasi gedung dan peralatan pada umumnya):
- Matikan listrik dari saklar, cabut steker, atau matikan pemutus sirkuit (MCB) di panel.
- Bila sumber tidak dapat dimatikan dengan cepat, pisahkan korban dari sumber dengan benda kering yang tidak menghantarkan listrik, misalnya kayu kering, plastik, atau karet, sambil berdiri di atas alas kering yang bersifat isolator.
- Jangan menggunakan benda logam atau benda basah.
- Jangan berdiri di genangan air.
Cara kedua mengandung risiko dan hanya dipertimbangkan bila pemutusan arus benar-benar tidak mungkin dilakukan segera. Pilihan paling aman tetap memutus arus.
Untuk tegangan tinggi (gardu, jaringan distribusi, kabel udara yang putus):
- Jangan mendekat. Listrik tegangan tinggi dapat meloncat melalui udara dan merambat melalui tanah.
- Jaga jarak yang jauh, setidaknya belasan meter, dan larang orang lain mendekat.
- Hubungi petugas listrik perusahaan atau PLN serta layanan darurat.
- Mendekatlah hanya setelah petugas berwenang menyatakan aman.
Bagaimana menilai dan menolong korban setelah aman?
- Panggil bantuan. Minta orang lain menelepon 119 atau layanan darurat setempat dan mengambil AED serta kotak P3K.
- Periksa respons dan napas sesuai langkah DRSABC.
- Tidak merespons dan tidak bernapas normal: mulai RJP dan pasang AED segera setelah tersedia. Peluang korban sengatan listrik untuk pulih dengan RJP dan defibrilasi dini cukup baik, sehingga jangan cepat menyerah. Lihat cara melakukan RJP/CPR untuk awam.
- Tidak merespons tetapi bernapas normal: posisikan miring stabil bila tidak ada dugaan cedera tulang belakang, dan pantau napas.
- Sadar: tenangkan, minta korban tetap berbaring atau duduk, dan periksa cedera.
Bagaimana menangani cedera penyerta?
Luka bakar
Cari luka di titik masuk dan keluar arus, misalnya di tangan dan kaki. Dinginkan dengan air mengalir bersuhu sejuk selama sekitar 20 menit setelah listrik dipastikan mati, lalu tutup longgar dengan kasa steril. Jangan mengoleskan apa pun. Panduannya ada di artikel pertolongan pertama pada luka bakar.
Jatuh dan cedera tulang
Bila korban terlempar atau jatuh dari tangga atau perancah, curigai cedera kepala, leher, dan tulang belakang. Jangan memindahkannya kecuali ada bahaya, dan stabilkan kepala.
Syok
Baringkan korban, selimuti, dan jangan beri makan atau minum.
Mengapa semua korban harus diperiksa tenaga medis?
Korban yang sudah sadar dan merasa sehat tetap perlu diperiksa karena:
- gangguan irama jantung dapat muncul atau menetap setelah sengatan;
- kerusakan otot dan jaringan dalam tidak terlihat dari luar;
- luka bakar listrik sering lebih dalam dari tampilannya;
- cedera akibat jatuh mungkin belum terasa.
Sampaikan kepada tenaga medis perkiraan tegangan, lama kontak, apakah korban sempat tidak sadar, dan pertolongan yang telah diberikan.
Apa yang tidak boleh dilakukan?
- Menyentuh korban yang masih terhubung dengan sumber listrik.
- Memakai benda logam atau basah untuk memisahkan korban.
- Mendekati kabel tegangan tinggi yang putus atau korban di dekatnya.
- Menyiram air ke area yang masih bertegangan.
- Menganggap korban baik-baik saja karena lukanya kecil.
- Memindahkan korban jatuh tanpa menstabilkan leher.
- Menyalakan kembali listrik sebelum penyebabnya diperiksa.
Sengatan listrik di ruang terbatas dan area basah
Risiko meningkat di tangki, bak, saluran, dan area basah karena tubuh lebih mudah menghantarkan arus dan jalan keluar terbatas. Dalam situasi ini:
- jangan masuk ruang terbatas untuk menolong tanpa prosedur, peralatan, dan tim penyelamat yang sesuai;
- pastikan isolasi energi (lockout tagout) sudah dilakukan;
- periksa kemungkinan bahaya lain seperti kekurangan oksigen atau gas beracun.
P3K pada ruang terbatas dan sengatan listrik termasuk materi pelatihan petugas P3K karena kombinasi keduanya sering berakibat fatal bagi penolong yang tidak siap.
Bagaimana mencegah kecelakaan listrik?
Pencegahan mengikuti ketentuan K3 listrik, antara lain Permenaker No. 12 Tahun 2015. Langkah praktisnya:
- pekerjaan listrik hanya dilakukan oleh personel yang kompeten dan berwenang;
- terapkan prosedur isolasi energi dan pengujian bebas tegangan sebelum bekerja;
- pasang pengaman arus bocor dan pembumian yang baik;
- periksa kabel, steker, dan peralatan secara berkala; jangan memakai peralatan yang rusak;
- jaga area panel tetap kering, bersih, dan tidak terhalang;
- beri label yang jelas pada panel dan pemutus sirkuit agar listrik dapat dimatikan dengan cepat saat darurat;
- gunakan alat pelindung diri yang sesuai.
Butir tentang label panel sering terlupa. Saat ada korban tersengat, penolong harus tahu persis pemutus mana yang harus dimatikan.
Kesiapan tempat kerja
Periksa hal berikut di lokasi Anda:
- Petugas P3K mengetahui lokasi panel dan cara memutus listrik di areanya
- Nomor darurat internal dan eksternal terpasang
- AED tersedia dan terawat, terutama di area dengan pekerjaan kelistrikan
- Teknisi listrik mendapat pelatihan RJP
- Skenario sengatan listrik masuk dalam latihan tanggap darurat
Materi ini termasuk dalam kurikulum pelatihan petugas P3K sertifikasi Kemnaker RI, dan skenarionya dapat disimulasikan di lokasi melalui in-house training first aid.
Referensi
- Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja
- Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
- Pedoman resusitasi dari American Heart Association dan European Resuscitation Council


