Penanganan keracunan oleh penolong pertama berpegang pada empat hal: amankan diri dan korban dari sumber racun, nilai kesadaran dan napas, segera hubungi bantuan medis, dan jangan memberi penawar apa pun. Penolong tidak merangsang muntah dan tidak memberi obat. Artikel ini membahas keracunan makanan, obat, dan gas; paparan bahan kimia industri dibahas tersendiri.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.
Apa saja jenis keracunan yang sering ditemui?
| Jenis | Contoh sumber | Jalur masuk |
|---|---|---|
| Makanan | Katering, makanan basi atau tercemar | Tertelan |
| Obat dan zat | Dosis berlebih, salah minum obat, alkohol | Tertelan |
| Gas | Karbon monoksida dari genset atau mesin di ruang tertutup | Terhirup |
| Bahan rumah tangga dan pestisida | Pembersih, pembasmi serangga | Tertelan, terhirup, kulit |
| Bahan kimia industri | Pelarut, asam, basa | Semua jalur |
Untuk bahan kimia di tempat kerja, termasuk peran Lembar Data Keselamatan (SDS) dan cara membilas kulit serta mata, baca artikel pertolongan pertama keracunan dan paparan bahan kimia.
Apa langkah umum penanganan keracunan?
- Amankan lokasi. Jangan masuk ke ruangan yang diduga berisi gas. Pakai sarung tangan bila ada cairan atau muntahan.
- Jauhkan korban dari sumber racun bila dapat dilakukan dengan aman.
- Periksa respons dan napas. Bila korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, mulai RJP dan minta AED.
- Hubungi 119 atau layanan darurat setempat. Sebutkan apa yang diduga masuk ke tubuh, berapa banyak, dan kapan.
- Posisikan korban. Bila tidak sadar tetapi bernapas normal, baringkan dalam posisi pemulihan agar muntahan tidak masuk ke saluran napas.
- Kumpulkan informasi. Simpan kemasan, label, atau sisa bahan untuk diserahkan kepada tenaga medis.
- Pantau terus kesadaran dan napas sampai bantuan tiba.
Bagaimana menolong korban keracunan makanan?
Keluhan biasanya berupa mual, muntah, diare, kram perut, dan kadang demam, sering menimpa beberapa orang yang makan hidangan yang sama.
- Istirahatkan korban di tempat teduh dan dekat toilet.
- Bila sadar dan dapat menelan, beri air minum atau oralit sedikit demi sedikit untuk mencegah kekurangan cairan.
- Jangan memberi obat penghenti diare atau antibiotik. Itu keputusan tenaga kesehatan.
- Simpan sisa makanan yang dicurigai dan catat siapa saja yang ikut makan.
- Laporkan kepada HSE bila korbannya lebih dari satu.
Rujuk ke fasilitas kesehatan bila korban muntah terus hingga tidak bisa minum, diare berdarah, demam tinggi, sangat lemas, jarang buang air kecil, pandangan kabur, sulit menelan, atau bila korban adalah ibu hamil dan lansia.
Bagaimana menolong korban keracunan obat atau zat?
- Tanyakan atau cari tahu obat apa, berapa banyak, dan kapan diminum.
- Jangan merangsang muntah dan jangan memberi minuman apa pun sebagai penawar.
- Jangan biarkan korban sendirian, meski ia tampak baik. Sebagian obat baru menimbulkan gejala beberapa jam kemudian.
- Bila korban mengantuk berat atau tidak sadar tetapi bernapas, baringkan miring dan pantau napasnya.
- Semua dugaan dosis berlebih perlu diperiksa tenaga medis, termasuk bila disengaja. Bersikaplah tenang dan tidak menghakimi.
Bagaimana menolong korban keracunan gas?
Karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau. Sumbernya antara lain genset, mesin berbahan bakar, dan pemanas yang menyala di ruang tertutup. Gejalanya sakit kepala, pusing, mual, lemas, bingung, lalu hilang kesadaran.
- Jangan masuk tanpa perlindungan. Banyak penolong menjadi korban kedua di ruang tertutup.
- Buka pintu dan jendela dari luar bila memungkinkan, matikan sumber gas bila aman.
- Pindahkan korban ke udara segar hanya bila Anda sendiri tidak terancam.
- Longgarkan pakaian, nilai napas, dan mulai RJP bila diperlukan.
- Rujuk semua korban, termasuk yang sudah merasa lebih baik.
Ruang terbatas seperti tangki dan sumur hanya boleh dimasuki tim penyelamat yang terlatih dan berperalatan.
Apa yang tidak boleh dilakukan penolong?
- Merangsang muntah.
- Memberi susu, air kelapa, kopi, arang, atau ramuan sebagai penawar.
- Memberi makan atau minum kepada korban yang kesadarannya menurun.
- Menunggu gejala muncul sebelum mencari bantuan.
- Membuang kemasan atau sisa bahan penyebab.
- Masuk ke ruangan bergas tanpa alat pelindung pernapasan.
Mengenali keracunan dan menilai korban termasuk materi pelatihan petugas P3K sertifikasi Kemnaker RI.
Referensi
- International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
- Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
- Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja

