Pertolongan pertama pada perdarahan luar yang paling efektif adalah tekanan langsung pada luka dengan kasa atau kain bersih, dilakukan dengan kuat dan terus-menerus, lalu dipertahankan dengan pembalut tekan. Untuk perdarahan hebat, segera panggil bantuan medis. Teknik ini dilatih dalam setiap pelatihan first aid karena perdarahan berat dapat mengancam nyawa dalam hitungan menit.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan pengganti pelatihan langsung maupun nasihat medis. Dalam keadaan darurat, segera hubungi 119 atau layanan darurat setempat.

Bagaimana mengenali perdarahan yang berbahaya?

Jenis Ciri umum Tingkat bahaya
Kapiler Merembes pelan dari luka dangkal Ringan, biasanya berhenti sendiri
Vena Mengalir terus, warna merah gelap Sedang sampai berat
Arteri Memancar mengikuti denyut, merah terang Berat, mengancam nyawa

Di lapangan, jenis pembuluh tidak perlu dipastikan. Anggap perdarahan sebagai keadaan darurat bila:

  • darah memancar atau mengalir deras;
  • darah menggenang di lantai atau membasahi pakaian;
  • perdarahan tidak berhenti setelah ditekan;
  • ada bagian tubuh yang terpotong;
  • korban tampak pucat, lemas, bingung, atau tidak sadar.

Apa yang dilakukan lebih dulu?

  1. Pastikan lokasi aman. Matikan mesin atau singkirkan benda tajam yang menjadi penyebab.
  2. Lindungi diri. Pakai sarung tangan sekali pakai dari kotak P3K. Bila tidak ada, gunakan kantong plastik bersih sebagai penghalang.
  3. Panggil bantuan. Untuk perdarahan hebat, minta orang lain menelepon 119 atau layanan darurat setempat serta mengambil kotak P3K.
  4. Dudukkan atau baringkan korban. Korban yang berdiri dapat jatuh bila pingsan.

Urutan penilaian selengkapnya ada di artikel langkah DRSABC.

Bagaimana cara menghentikan perdarahan?

  1. Buka pakaian di sekitar luka agar sumber perdarahan terlihat.
  2. Tekan langsung pada luka dengan kasa steril atau kain bersih. Gunakan telapak tangan dan tekan dengan kuat.
  3. Pertahankan tekanan. Jangan sering mengangkat kasa untuk melihat.
  4. Pasang pembalut tekan. Balut kasa dengan perban gulung cukup kencang untuk mempertahankan tekanan, tetapi tidak sampai menghentikan aliran darah ke ujung anggota tubuh.
  5. Bila darah menembus, tambahkan kasa dan balutan di atasnya. Jangan melepas lapisan pertama.
  6. Periksa peredaran darah di ujung jari setelah dibalut. Bila jari menjadi dingin, pucat, kebiruan, atau kesemutan, longgarkan sedikit.
  7. Istirahatkan bagian yang luka dan jaga korban tetap tenang serta hangat.

Bila korban sadar, ia dapat diminta menekan lukanya sendiri sementara penolong menyiapkan pembalut.

Bagaimana dengan torniket?

Torniket adalah alat pengikat yang menghentikan aliran darah ke lengan atau tungkai. Penggunaannya terbatas:

  • hanya untuk perdarahan hebat di lengan atau tungkai yang mengancam nyawa;
  • hanya bila tekanan langsung tidak berhasil atau tidak mungkin dilakukan;
  • sebaiknya memakai torniket buatan pabrik dan dipasang oleh orang yang terlatih;
  • waktu pemasangan dicatat dan disampaikan kepada tenaga medis;
  • setelah terpasang, tidak dilonggarkan oleh penolong awam.

Mengikat lengan dengan tali, kabel, atau karet secara sembarangan untuk luka biasa adalah praktik keliru yang dapat merusak saraf dan jaringan tanpa menghentikan perdarahan secara efektif. Bila Anda belum terlatih, fokuslah pada tekanan langsung yang kuat.

Bagaimana mengenali dan menangani syok?

Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan syok, yaitu kondisi ketika organ tubuh kekurangan aliran darah. Tandanya:

  • kulit pucat, dingin, dan lembap;
  • napas cepat dan dangkal;
  • nadi cepat dan lemah;
  • gelisah, bingung, atau mengantuk;
  • rasa haus, mual;
  • kesadaran menurun.

Tindakan:

  1. Hentikan perdarahan.
  2. Baringkan korban telentang.
  3. Selimuti agar tetap hangat, tetapi jangan sampai kepanasan.
  4. Longgarkan pakaian yang ketat.
  5. Jangan beri makan atau minum.
  6. Pantau kesadaran dan napas sampai bantuan tiba. Bila korban tidak bernapas normal, mulai RJP sesuai panduan RJP/CPR untuk awam.

Kasus khusus

Benda tertancap

Jangan mencabut benda yang tertancap, misalnya pecahan logam atau kaca besar. Benda itu bisa jadi sedang menyumbat pembuluh darah. Tekan di sekitar benda, pasang bantalan kasa di kedua sisinya, lalu balut tanpa menekan bendanya. Segera rujuk.

Bagian tubuh terpotong

Hentikan perdarahan pada puntung dengan tekanan langsung dan pembalut. Bungkus bagian yang terpotong dengan kasa bersih, masukkan ke kantong plastik yang ditutup rapat, lalu letakkan kantong itu di wadah berisi air dan es. Jangan menempelkan potongan langsung pada es. Bawa bersama korban.

Mimisan

Dudukkan korban dengan badan condong ke depan. Minta ia memencet bagian lunak hidung selama sekitar 10 sampai 15 menit sambil bernapas lewat mulut. Jangan mendongakkan kepala. Cari bantuan medis bila perdarahan tidak berhenti, terjadi setelah benturan kepala, atau korban mengonsumsi obat pengencer darah.

Dugaan perdarahan dalam

Curigai perdarahan dalam bila korban mengalami benturan keras, jatuh, atau terjepit dan menunjukkan tanda syok tanpa perdarahan luar yang jelas, perut tegang dan nyeri, atau memar luas. Baringkan korban, jaga tetap hangat, jangan beri makan atau minum, dan panggil bantuan medis segera.

Bagaimana merawat luka ringan?

Untuk luka lecet atau sayatan kecil:

  1. Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
  2. Bilas luka dengan air bersih mengalir untuk mengeluarkan kotoran.
  3. Bersihkan kulit di sekitar luka.
  4. Keringkan dengan kasa bersih.
  5. Tutup dengan plester atau kasa steril.
  6. Catat dalam buku kegiatan P3K.

Sarankan korban memeriksakan diri bila luka dalam, kotor, atau disebabkan benda berkarat, karena mungkin memerlukan jahitan atau vaksin tetanus.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menaburkan bubuk kopi, tembakau, atau bahan lain ke luka.
  • Melepas pembalut berulang kali untuk memeriksa.
  • Mencabut benda yang tertancap.
  • Mengikat anggota tubuh dengan tali tanpa indikasi dan tanpa pelatihan.
  • Menolong tanpa sarung tangan padahal tersedia.
  • Memberi minum kepada korban yang lemas atau tidak sadar.
  • Membiarkan korban berdiri atau berjalan sendiri ke klinik.

Setelah kejadian

Buang kasa dan sarung tangan bekas ke kantong plastik tertutup, cuci tangan dengan sabun, bersihkan area yang terkena darah, dan isi ulang kotak P3K. Catat kejadian serta tindakan dalam buku kegiatan.

Teknik pembalutan paling cepat dikuasai lewat praktik langsung, misalnya di kelas basic first aid dan CPR/AED atau pelatihan petugas P3K sertifikasi Kemnaker RI.

Referensi

  • International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines (IFRC)
  • Pedoman pertolongan pertama dari American Heart Association dan American Red Cross
  • Pedoman pertolongan pertama dari European Resuscitation Council (ERC)
  • Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja